![]() |
| Buku Akhirnya Didi Tahu karya Ahmad Khoirus Salim |
Tokoh utama dalam buku ini adalah Didi, seorang anak laki-laki yang digambarkan sebagai representasi anak-anak pada umumnya: polos, ceria, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Konflik utama muncul ketika Didi dihampiri oleh seorang individu yang tidak dikenalnya (orang asing). Orang tersebut berusaha menarik perhatian Didi dengan memberikan jajanan favoritnya.
Pada titik ini, penulis, Ahmad Khoirus Salim, dengan sangat baik menggambarkan pergulatan batin Didi. Di satu sisi, ada godaan besar untuk menerima jajanan tersebut. Di sisi lain, ada rasa ragu dan takut yang muncul dari instingnya. Narasi ini sangat efektif karena memposisikan pembaca anak-anak pada situasi yang sangat mungkin mereka hadapi di dunia nyata. Judul Akhirnya Didi Tahu merujuk pada proses penemuan atau pemahaman Didi mengenai batasan aman dan bagaimana seharusnya ia bersikap ketika orang asing mencoba mendekatinya dengan iming-iming tertentu.
Analisis Tema dan Edukasi
Tema utama buku ini adalah pencegahan kekerasan terhadap anak. Namun, alih-alih menggunakan gaya bahasa yang menakut-nakuti, penulis memilih untuk menekankan pada konsep "pemberdayaan diri". Anak diajarkan untuk mendengarkan kata hati mereka dan berani berkata "tidak" atau menolak pemberian dari orang yang tidak dikenal.
Secara visual, ilustrasi yang digarap oleh Plankton Studio memainkan peran vital. Penggunaan warna-warna yang cerah khas dunia anak membuat buku ini menarik secara estetika, namun ilustrator juga berhasil menangkap ekspresi keraguan dan ketegasan Didi dengan sangat apik. Visualisasi ini membantu pembaca yang masih dalam tahap literasi awal untuk memahami emosi karakter dan urgensi situasi tanpa merasa terancam secara psikologis.
Kelebihan Buku
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah kesederhanaan bahasanya. Kalimat-kalimatnya pendek dan langsung pada sasaran, sangat sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia SD. Selain itu, buku ini berfungsi sebagai pemantik diskusi antara orang tua/guru dengan anak. Setelah membaca cerita Didi, orang tua dapat bertanya, "Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi Didi?", yang secara tidak langsung membangun protokol keamanan bagi anak.
Akhirnya Didi Tahu adalah bacaan yang sangat direkomendasikan untuk masuk dalam kurikulum literasi di sekolah maupun koleksi bacaan di rumah. Buku ini membuktikan bahwa edukasi mengenai keselamatan diri tidak harus bersifat kaku atau menyeramkan. Melalui kisah Didi, anak-anak Indonesia belajar satu pelajaran paling berharga dalam hidup mereka: bahwa kewaspadaan adalah bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri. Buku ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi masa depan melalui kekuatan literasi.
Buku digital Akhirnya Didi Tahu bisa diunduh atau dibaca di https://budi.kemendikdasmen.go.id/baca/digital/akhirnya-didi-tahu




.png)

.png)
.png)
.png)




